1.
Salah satu impianku adalah pergi sendiri, menjelajahi tempat2 yang belum pernah aku kunjungi. Sampai saat ini aku belum pernah melakukan hal itu. Namun, suatu hari tanggal 7 juni 2012, aku memulai perjalanan kecilku sendirian ke jakarta.
Memang dimata orang, itu merupakan hal sepele, namun bagiku itu adalah pertama kalinya aku pergi ke luar kota, sendirian. Jadi, hari itu sebenarnya adalah hari ulang tahun papa-ku. mama, adik, dan aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya. Tapi, berhubung papaku bekerja di jakarta, kami tidak bisa memberikannya saat itu juga. Tiba-tiba mama mendapat ide, kalau aku saja yg menyusul ke jakarta, karena kebetulan aku libur sekolah. Ya sudah, esoknya yaitu hari kamis ±pukul 10 wib, aku diantar sampai pull primajasa untuk naik bis jurusan tasikmalaya-cililitan. Waktu itu, aku senang, membayangkan sepanjang perjalanan aku bisa menikmati kesendirianku, Siapa yang akan duduk disebelahku, apa yg akan kulakukan untuk mengusir bosan, dsb. Ketika bis berangkat, hanya ada beberapa penumpang didalamnya, aku pun memilih tempat duduk di barisan tengah dekat jendela. Untuk jaga2 aku membawa satu novel kesukaanku dan makanan yang akan mengganjal perutku jika lapar. Lama rasanya menunggu bis keluar kota tasik, karena, dari pull primajasa, bis harus mampir dulu di terminal. Sesampainya di daerah bandung, penumpang banyak berdatangan, dan ada seorang ibu yang duduk disebelahku. Ia bertanya kemana tujuanku dan untuk apa, dan akupun menjawab seperlunya saja. Sesampainya di tol, cuaca semakin panas, dan perjalanan masih jauh. Barulah saat itu aku berpikir, jakarta itu jauh loh, bisa 5-6 jam perjalanan. Kok bisa ya aku berani pergi sendiri naik bis, karena lelah tanpa sadar aku pun tertidur. Aku terbangun oleh suara handphone sendiri. Ternyata papa menelepon, aku ngobrol sebentar dan papa berpesan untuk mengabari lebih lanjut jika sudah keluar tol. Karena lapar, akupun memakan bekal yang dibawa. Tak lama kemudian, bis melaju keluar tol, setelah berputar2 di daerah perkotaan, akhirnya bis sampai di terminal cililitan. Aku mencari2 sosok papaku sedang berdiri diantara kerumunan orang yg akan menjemput penumpang juga. Ketika turun dari bis, fiuh rasanya senang bisa selamat sampai tujuan, aku ingin melakukannya kapan2 lagi. Papa menghampiriku dan aku pun mengucapkan selamat ulang tahun sembari menyerahkan hadiah yang jauh2 kubawa dari tasik. Akhirnya papa mengajakku solat karena waktu sudah menunjukkan pukul 4. setelah solat, kami mampir di warung nasi dan makan hingga kenyang.
2.
Pengalaman aneh ini kudapat ketika liburan semester kemarin. Sehabis lima hari liburan di jakarta bersama adik, papa, dan mamaku, kami pulang ke tasik menggunakan jasa kereta api. Kami berangkat dari stasiun kota naik kereta ekonomi. Dengan menggunakan kereta, kami menghindari macet walaupun waktu yg diperlukan lebih lama dripada naik bis atau mobil. Ketika akan berangkat, tidak ada kejadian aneh, semuanya lancar2 saja. Kecuali mungkin kejadian di gerbong tempat aku duduk dimana Ada sekeluarga yang kebingungan dengan tempat duduknya yang terpisah2. Namun, ketika kereta sampai di daerah ciawi, kereta yg kutumpangi mulai mengalami keanehan. Mula-mula jalannya lambat sekali, dan sesekali di rem. Ujung-ujungnya, kereta tersebut berhenti di tengah jalan. Tidak ada yang tahu kenapa, penumpang mulai bertanya2 dan keluar dari tempat duduk. Bahkan diantaranya keluar gerbong. Rupanya, ada kesalahan pada rel kereta, salah satu bautnya lepas dan berbahaya. Jika dilewati bisa saja rel patah dan kereta anjlok. Sebelumnya ada kereta yg lewat rel tsb, namun keadaan baik2 saja. Sepertinya, keadaannya tidak memungkinkan untuk dilewati satu kereta lagi sehingga rel harus di perbaiki saat itu juga. Dengar2, teknisinya didatangkan dari tasik dan perlu waktu lama untuk memperbaiki. Akhirnya perjalanan ditunda sekitar satu jam. Bosan sekali, namun bersyukur juga. Karena, jika kereta tidak berhenti mungkin saja kereta ini anjlok dan tertunda lebih lama kan?. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya petugas menyuruh penumpang untuk masuk kembali ke gerbong karena kereta akan kembali melaju. Sesudah itu, keadaan kembali normal, yang terdengar hanya bisik2 orng yang menceritakan kejadian tadi. Kereta pun sampai di stasiun tasik, dan aku sekeluarga sampai tujuan dengan selamat. Alhamdulillah.
3.
Study tour tahun ini, menurutku adalah yang terbaik yang pernah kualami. Kenapa tidak? Aku bisa bersenang2 dengan teman2 yang menyenangkan. Terlebih ketika pengalamanku di dunia fantasi ancol. Ketika smp, aku tidak pernah terpikir untuk naik wahana hysteria. Entah kenapa, membayangkannya saja membuat adrenalinku terpacu. Bisa dibilang, aku tidak punya keberanian untuk naik wahana tersebut, terlalu mengerikan. Namun, ketika bersama exogenous, semua itu berubah. Padahal, kami baru saja masuk ke kawasan dufan, dan baru mencoba naik kora2. Tak kusangka, mereka melanjutkan untuk naik hysteria. Waktu itu aku bimbang, ingin ikut, tapi masih ada sedikit rasa takut untuk mencoba. Tapi, aku sudah bertekad kalau aku harus mencoba menaiki wahana itu minimal sekali seumur hidup, dan kesempatan itu datang sekarang. Aku melihat teman2 yang lain, hampir semua ingin naik wahana hysteria. Mungkin terbawa suasana, atau mungkin sedang bersemangat, aku pun ikut mengantri bersama yang lain. Baru mengantri saja sudah berdebar2 apalagi ketika akan naik. Tapi, membayangkan kepuasan yang akan kudapat nanti, akhirnya ketakutanku hilang. Akhirnya tibalah giliranku dan teman2 menaiki wahana tersebut. Aku segera duduk dan memastikan pengaman sudah terpasang kuat. Suara mesin yang dinyalakan, membuat ketegangan semakin bertambah, wahana itu dinaikkan sedikit, lalu turun dan wuush! Dengan cepatnya wahana itu meluncur keatas, sampai aku merasa tubuhku terlempar. Dan dengan cepat pula wahana itu turun ke bawah, membuat jantung seakan berhenti sebentar, secara spontan semua orng berteriak, termasuk aku. Kupegang erat busa pengaman yang menahan tubuhku, tidak terbayang jika pengaman tsb lepas dan entah bagaimana nasibku selanjutnya. Namun, setelah beberapa detik yang menegangkan, wahana itu bergerak naik turun dengan pelan. Membuatku bernapas lega, bahkan ketika aku membuka mataku, aku bisa melihat pemandangan yang indah. Laut terbentang luas dihadapanku seakan tanpa ujung. Lambat laun, pemandangan itu tak terlihat dan aku sudah bisa menginjakkan kaki ditanah lagi. Kami keluar ramai2 dan berkicau ini itu. Sungguh kepuasaan sendiri bagiku karena telah menaklukan ketakutanku akan ketinggian dengan menaiki hysteria. Bahkan mulai dari saat itu jika ada kesempatan, aku ingin naik lagi, lagi, dan lagi, dan lagi.
Jumat, 02 Mei 2014
Sepenggal Pengalaman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar