Senin, 18 Maret 2013

Cerita Bersama Hujan ~Part1

     Seketika, rintik hujan membuat langkahku terhenti. Membuatku mencari tempat yang teduh untuk melindungi badan dari basah. Di musim hujan yang menyedihkan inilah, aku mengalami kisah sedih dimana hujan mengiringi kenangan itu.
     Wajahku menekuk, kulihat dengan putus asa hujan yang deras ini. Biasanya aku cukup berjalan kaki untuk sampai di halte bis terdekat, tapi hujan yang turun ditengah perjalanan terpaksa membuatku berhenti di teras sebuah toko yang tutup. Banyak orang selain aku yang ada disana. Ada yang menaiki motor, ataupun anak sekolahan yang bernasib sama denganku. "Kau membenci hujan?", suara seseorang membuyarkan lamunanku. Kulihat orang itu. Rupanya ia seorang laki-laki dengan seyuman yang menghiasi wajahnya dan matanya bersinar jenaka. Aku mengalihkan pandanganku berusaha tidak melakukan kontak mata dengannya. "membenci hujan..itu tidak aneh bukan?", jawabku singkat.
     Tak kusangka ia duduk di sebelahku dan tersenyum kecil, senyum yang seolah berkata itu memang tidak aneh. "Ya, itu tidak aneh, tapi aku menyukai hujan sekaligus merasa takut", kulihat pandangannya seperti menerawang jauh seolah mencari ingatan yang sulit baginya. "Kau takut hujan? Hmph.. sekarang kau yang aneh", ucapku sedikit geli. "aneh? memang iya. hujan membawa kenangan pahit dan kenangan indah"
     "Aku dilahirkan dari sebuah keluarga kecil dimana orang tuaku saling bertemu saat hujan disebuah restoran kecil. Mereka memadu cinta dan akhirnya membangun sebuah keluarga. Mereka berhasil memiliki aku dan disaat aku lahir, hujan turun ke bumi seolah menangis terharu. Hujan juga, membuat aku kehilangan mereka. Orang tuaku. Mereka dalam perjalanan saat hujan turun dan sebuah mobil menabrak mobil orang tuaku. Saat itu hujan deras dan pandangan terbatas, tapi mobil yang menabrak tersebut berada dalam kecepatan tinggi dan.. aku hanya tahu tubuh mereka tidak ditemukan karena terpental ke sungai. Sejak saat itulah aku merasa, hujan juga akan menjemput nyawaku"
      Hening menyelimuti kami berdua. Kurasakan pandangannya yang masih menerawang ke arah hujan. Akupun memecah keheningan saat itu. "Maaf soal orangtuamu. Tapi, kenapa kau mau bercerita kepadaku?". Lelaki itu melihat kearahku dan tersenyum sedih, senyuman yang membuat hatiku iba. "Karena ketika melihatmu, aku merasakan hal yang sama diwajahmu. Wajah yang sedih akan datangnya hujan. Apa kau punya kenangan buruk juga?", ujarnya terus terang
      Bagaimana dia tahu? ujarku dalam hati, aku tak sanggup untuk berbohong padanya akhirnya, aku memberitahunya. "Baiklah, ini tidak sesedih ceritamu dan aku saja yang konyol terlalu larut dalam kesedihan. Aku mempunyai seorang kekasih dulu, tapi ia meninggalkanku disaat hujan. Bukankah itu konyol?"
      "Hmph.. tidak. Tapi itu menarik. Lihatlah bahkan ceritamu bisa menghentikan hujan ini, dan lihat pelangi itu indah seperti wajahmu. Aku harap mempunyai pelangi seperti itu di wajahku juga", ucapnya jenaka.
      Ekspresinya sungguh berbeda, ia ceria pandai menyembunyikan kepedihan terdalamnya. Bahkan jika dia tidak menceritakan kisahnya aku akan mengira dia baik-baik saja. Aku tersenyum kepadanya dan ketika aku hendak melangkahkan kakiku ia hanya melihatku dari kejauhan.

...

Minggu, 17 Maret 2013

My Short Sunday

     Hari Minggu merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Bagi setiap orang hari ini akan dipenuhi dengan istirahat seharian. Begitupun aku. Terbiasa dengan aktivitas yang padat, begitu hari minggu aku tertidur sampai jam setengah sepuluh. Tidurku begitu nyaman sekali. Rasanya sungguh seolah di surga.
     Begitu terbangun, aku ingat ada hal lain yang mesti kukerjakan. Kerja Kelompok! Ah malas rasanya melakukan kegiatan yang mengganggu aktivitas istirahatku. bukan begitu? Akupun mengsms teman sekelompok dan mengatakan akan kerja kelompok sehabis dzuhur. Aku termenung sebentar, rasanya ingin tidur lagi, tapi aku belum sarapan. Akhirnya mau tidak mau aku bangkit dari tempat tidur dan segera sarapan.
     Aku menyalakan laptopku, kemudian menghabiskan sarapanku ketika mamaku mengajak kami (ayah, adik dan aku) untuk pergi ke Asia Plaza. Aku menolak dengan setengah hati. Setengah ingin pergi, setengah menolak. Aku harus kerja kelompok bukan? itu tugas dan kewajibanku meski ini hari Minggu. Akhirnya aku tidak ikut. Menjelang dzuhur rasa kantuk merasuki kembali diriku. Kulihat tempat tidur yang empuk, dengan sepreinya yang sejuk dan bantal yang nyaman. Jika aku tidak ingat bahwa temanku akan datang, mungkin aku sudah kembali ke alam mimpi dan terbangun saat mamaku sudah pulang.
     Haah, sebenarnya begitu bosan dan tak bersemangatnya aku. Sudahlah, aku malas menceritakan hari minggu yang terasa hanya beberapa jam ini.Apalagi besok UTS, baiklah kawan.. aku minta maaf jika cerita ini tak menarik. Doakan UTS ku besok ya.. Aku akan berjuang dan Belajar! GANBATTE!!

Sweet Karla and Love

     Ingatkah ketika kita masih seperti ini? Anak lugu dengan senyuman manis yang selalu menghiasi hari-hari. Memegang boneka kesayangan, membuat ibu kita bahagia dengan tingkah yang kita lakukan. Bersikap manis dan penurut. Begitupun dengan Karla. Karla adalah seorang gadis kecil yang lugu. Hatinya masih suci, hal itu terbukti dari senyuman manis yang menenangkan hati orang-orang yang melihat. Karla memiliki sifat bagai malaikat.  Ia penurut, tidak pernah membangkang dan.. mau menolong siapa saja.
     Kini Karla sudah berusia 13 tahun. Ia bersekolah di sekolah terbaik yang pernah ada. Sekolah megah dengan bangunan tinggi menjulang berwarna putih segar. Di dalamnya terdapat taman dengan segala macam burung berterbangan, meliuk dari pohon ke pohon, berkicau, menyanyikan lagu merdu untuk siswa sekolah tersebut.
     Sekolah apa itu? Namanya Angels School. Tempat anak-anak dengan sikap seperti malaikat dan wajah semanis madu. Tentu saja dari golongan miskin ataupun kaya. Meskipun, gedung yang menampung golongan yang bertolak belakang itu terpisah, anak-anaknya tetap rukun menjalin persahabatan. Satu-satunya yang memisahkan gedung miskin dan kaya adalah sungai. Sungai dengan jembatan kecil namun indah.
      Jembatan itulah yang membantu Karla tetap berhubungan dengan sahabatnya Wanda. Karla sendiri menempati gedung si Kaya, yang fasilitasnya lebih memadai karena dibantu juga oleh dana perorangan. Misalnya bioskop mini yang dibangun di sebelah gedung sekolah, tempat anak-anak menonton hiburan. Hanya siswa si Kaya yang gratis memasuki bioskop tersebut, dan siswa si Miskin? membayar sejumlah uangnya untuk masuk.
      Di Bioskop itulah Karla pertama kali bertemu Wanda, ketika pemutaran film kemerdekaan dibuka. Karla menemukan Wanda yang hanya memandangi bioskop itu, seperti orang yang enggan masuk. Karla menyapanya dan  membelikannya tiket agar masuk ke bioskop. Wanda dan Karla pun berteman.
      Hari ini Karla dengan Wanda berselisih paham. Keduanya berdebat mengenai gedung sekolah masing-masing. "Gedung mu memang bagus Karla, namun lihat suasananya begitu penuh harmoni di gedungku.Ada hawa yang lebih baik disini", ucap Wanda kepada Karla. "Itu nonsense, aku tidak merasakannya! Gedungku penuh fasilitas canggih yang tak ada disini, digedungmu! lagipula tatakrama kami lebih bagus, kami tidak mencari pertengkaran dan tidak menyombong", Karla mengelak.
      Wanda mengernyitkan alisnya dan seketika memegang tangan sahabatnya itu. "Nona Karla, apa yang telah kau sebutkan itu menyombong. Dan jujur saja, aku tidak tertarik dengan semua fasilitas canggih di gedungmu!Gedungku punya sesuatu yang gedungmu tak mungkin ada dan itulah yang membuat kami lebih indah daripada yang lain, Nona"
      "Tunjukkan padaku apa itu, Nona yang pandai merangkai kata. Aku penasaran kenapa hal itu tidak mungkin ada di gedungku. Maksudku kami bisa mendapatkan semuaaa yang kami inginkan", ujar Karla sembari marah.
      "Sesuatu itu adalah CINTA sayangku.. kau tidak akan merasakannya kecuali kau masuk menjadi bagian dari cinta gedungku. Yaitu cinta yang ditebarkan dari seluruh siswa yang menempatinya. Cinta membuat kami semua jadi keluarga, mau berbagi dan tidak memandang kasta. Lihat gedungmu dan siswa-siswanya. Setiap hari kelakuan kalian diatur oleh peraturan menjadi seorang bangsawan, bukan oleh cinta. Kesannya terlihat kaku Karla, tidak harmonis sama sekali. Kebebasan berbicara satu-sama lainpun terbatas. Lihat saja dirimu berbicara dengan kata yang sekilas indah tapi itu bukan komunikasi, kalian hanya bicara sendiri", Wanda menjelaskan panjang lebar.
      "Aku..tidak mengerti. Semakin hari berbicara denganmu semakin aneh, kau tidak lagi berbicara hal logis. Kau .. kau berbeda sekarang", tanggap Karla sembari hendak meninggalkan Wanda sendiri
      "Nah itulah buktinya, kau tidak berkomunikasi. Kalian hanya membicarakan apa yang diajarkan kepada kalian, tidak berbicara soal yang lain, misalnya kesukaan atau apapun itu", ujar Wanda yang juga kesal
      "itu hal konyol dan tidak penting! sudahlah, aku pergi saja ke gedungku, biar semua ocehanmu dan cintamu itu hilang dariku". Karla benar-benar pergi, Wanda hanya melihatnya dengan setengah kecewa. Kasihan ia tumbuh tanpa cinta ujar wanda dalam hati.
      Karla tiba dirumah, ia merenung sebentar. Memang benar sih, ia merasa berbicara dengan oranglain hanya ketika ia berbicara dengan Wanda.Ketika ia berbicara dengan siswa gedung si Kaya, ia tidak merasa sedang berkomunikasi, ia merasa seperti memberitahu hal yang tak penting lagi baginya. Rupanya benar apa yang dikatakan Wanda, bahwa cinta itu penting baginya. Karla melihat orang tuanya yang begitu akrab satu sama lain. Ketika ia bertanya mengapa bisa terlihat begitu harmonis? Ibunya menjawab karena cinta yang tulus. Ia melihat Paman dengan anaknya yang terlihat begitu menyayangi satu-sama lain. Itu juga karena cinta dari seorang ayah kepada anaknya.
      Ibunya lalu menjelaskan kepada karla, "Ketika kau kecil kau yang bahkan belum mengenal kata tersebut sudah membawanya sayang. Kau bersikap manis, dan itu datang dari hatimu. Secara tidak sadar kau membuat ibu bahagia. Cuma itulah yang engkau tahu, kau bahkan tidak tahu bahwa itu dilakukan karena kau hanya tahu cinta kepada ibu. Sekarang perlahan cintamu pada ibu menghilang karena kau mengenal cinta yang lain. Seperti kepada sekolahmu, ataupun temanmu. Cinta memang tak dapat dibagi. Setiap orang memiliki kadar cintanya sendiri, tapi pikiranmu dapat menutup hatimu sehingga cinta hilang darinya. Seharusnya semua itu seimbang, setiap pemikiran baik atau benar harus dilandasi cinta agar segalanya lebih indah"

      "Oh ibu.. maafkan Karla, Karla tidak tahu Karla berubah begitu mengerikan. Tanpa cinta yang Karla berikan lagi kepada ibu. Karla mengerti sekarang, terimakasih bu", ujarnya sambil memeluk ibunya.
      Kini Karla kembali hidup dengan cinta yang tulus yang ia berikan kepada orang-orang disekelilingnya. Terlebih kepada Ibu, Ayah, dan teman-temannya.Ia kembali menjadi anak yang baik hati dan senyumannya kembali putih suci bersinar menebarkan kebahagiaan.
        

-Annisa M, dengan segenap kecintaanku kepada IBU :)

Sabtu, 16 Maret 2013

Persiapan UTS

     Malam^o^
     Hari ini hari yang cukup luar biasa bagiku. Yaa begitulah, seperti telah aku bilang sebelumnya bahwa hari-hari di satas itu merupakan tantangan tersendiri. Lembar yang berbeda dengan sebelumnya. Kini lembaranku hari ini telah terisi penuh dengan berbagai peristiwa yang tidak akan terjadi besok ataupun lusa.
      Bicara soal janjiku untuk lebih rajin menulis, aku juga harus menambah kerajinanku untuk menghapal, dan tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Sebab? minggu depan adalah rintangan baru. Hal umum namun sepertinya cukup menarik. Ulangan Tengah Semester. Huft.. harus benar-benar memperbaiki masalah yang telah berlalu.
      Hari ini satu masalahku selesai, kau tidak perlu tahu lah itu masalah apa. yang penting aku menyelesaikannya bukan? satu beban di pundak sudah hilang. Bahasa Indonesia pelajaran yang membosankan menurutku berhasil kukendalikan hari ini. Aku berhasil mengerjakan PR lebih dulu daripada yang lain. Dan.. diparaf duluan sama Ibu.. hehehe suatu kebanggaan tersendiri bagiku. Pelajaran Agama Islam hari ini cukup menantang. Talaran dadakan. Tanpa kami tahu, kami harus saling berlomba di tes hapalan ayat yang terdapat dalam buku. Cukup menarik karena jujur itu mengganggu konsentrasiku. Aku hanya ingin cepat menghapal, cepat mendapat urutan, dan yaa hasilnya aku lebih sulit untuk menghapal. Tapi aku sukses melewatinya :)
      Guru Olga ku tidak masuk. Lagi-lagi tes senam diundur menjadi minggu setelah UTS. Entah harus sedih atau senang. Semua berlalu, satu dua jam terasa melewatiku dengan cepat. Tak terasa ini saatnya pulang. Hari ini ada kumpulan Perisai Diri terlebih dahulu untuk membicarakan O2SN. Jujur, Aku senang sekali karena dapat melihat A nicko, A rongga, Teh Yusvia, dan yang lainnya lagi. Mereka memberiku kenangan terindah sepanjang tahun 2013. Dan kenangan terindah yang meski tidak terjadi dua kali itu, akan kubuat lagi bersama di O2SN nanti. Karena kami akan terjun dengan lebih banyak anggota ke pertandingan, bahkan A Gagan pun ikut serta. Sungguh aku ingin keadaan harmonis aat latihan terjadi lagi. Entah bagaimana kalian mengartikannya tapi aku begitu mengharapkan masa-masa teridah itu.
      Bayangkan latihan bersama lagi, dekat dengan orang yang kusayangi lagi, tertawa karena semua hal lucu yang dilontarkan, dan masih banyak lagi lainnya. Tapi akankah semua akan terwujud? atau bahkan walikota cup IV lah satu-satunya hari bahagia datang padaku ? Dan semua hanya tinggal angan-angan saja? aku merasa tidak enak sih.. semanagat yang tidak berkobar, kebimbangan .. TAPI!!! aku yakin semua akan lebih indah dari sebelumnya. YA! Aku percaya pada mereka semua, bahwa mereka akan membuat hari-hariku indah kembali. Tidak peduli UTS atau tidak!
     Ah sudahlah, aku terlalu terbawa emosi. Aku telah menetapkan misi untuk saat ini:
1. Menuliskan cerita tentang Walikota Cup IV
2. Meminta Foto(A Rongga) dan Video (Teh Yusvia) PD
3. Lebih bertanggung jawab
4. Memaksimalkan nilai UTS ku
5. Memenangkan pertandingan di OSN
     Semoga semua misi ini tercapai di waktu yang akan datang, dan aku akan senang membaca misi yang telah kucapai ini :)
Semanagat Pendekar!^o^


    

Jumat, 15 Maret 2013

My Memorize


     Inilah orang-orang yang membuat walikota cup IV bersejarah bagiku. Cerita lengkapnya akan kuceritakan nanti. Kau lihat? ekspresi kami yang begitu senang seolah tanpa beban. Padahal kami mengorbankan banyak hal agar peristiwa ini terjadi. Tapi tak apa, toh balasannya setimpal. Lagipula indahnya sebuah kekeluargaan adalah seperti ini ;)

Malam yang Bimbang

     Konbanwa..^o^ lama tak jumpa. Keinginan menulisku muncul lagi. Baiklah yang ada di pikiranku hanyalah khayalan belaka, hasil berpikir yang tidak terlalu penting, ynag ingin kuekspresikan dalam sebuah tulisan agar tidak menumpuk di otakku. Haha.. aku mempunyai banyak cerita untuk diceritakan. salah satunya mengenai Walikota Cup IV minggu lalu. Aku ingiiiiiin sekali menceritakan pengalaman indah pertama di SMA bersama Perisai Diri. Namun, kali ini aku belum bisa menceritakannya. Masih ada PR yang harus kukerjakan. Mungkin besok. Tenang, tidak akan lama menunggu ceritanya keluar sebab manusia mulai menipis ingatannya dalam waktu 61 detik atau 1 menit 1 detik, begitulah yang aku tahu. Meski aku yakin kenangan itu terlalu indah untuk kulupakan.
     Soal kemampuan menulisku? kukira aku mulai menyukainya, akupun semakin lancar dalam mengetik hurup demi hurup, kata per kata, dan kalimat. Bahkan kini kalimat itu muncul dalam pikiranku sendiri tanpa harus kupikir dua kali. Yups ini karena seringnya latihan. Percaya atau tidak, aku mulai menyukai menulis cerpen. Ketagihan meski belum sampai tingkat hyper alias kecanduan dang memang jangan sampai.
    Bicara soal menulis, setelah melihat tulisan di blogku yang sebelumnya, yaitu tentang lomba BTX dan lain sebagainya, aku jadi mulai berpikir. Ada banyak hal dan pengalaman yang kualami yang sayang apabila hanya terdapat dalam ingatanku. Sebab suatu saat ingatanku juga akan menipis, hilang, dan akan semakin lupa tentang detil kejadian yang menyenangkan. Maka dari itu mungkin sekarang aku akan lebih banyak meluangkan waktuku untuk menulis semuuuuuua hal yang menurutku sayang untuk dilewatkan.
     Lagipula dengan menulis aku juga bisa mengekspresikan diriku sendiri. Mengetahui perkembangan diriku, hal apa saja yang telah kulalui, masalah apa saja yang telah kuselesaikan dan masih banyak lagi. Tentu saja! bila seseorang melihat tulisanku , aku juga jadi bisa berbagi dengan orang lain dan membiarkan mereka mengenal ku lewat tulisan. Yups! Jejak-jejak yang kubuat yang mulai saat ini kuberi nama MY Memorize.
     Jika sempat dan memang jika ada akan kusisipkan foto-foto yang berkaitan dengan apa yang kutulis. Jadi aku tahu persis bagaiman aku saat itu. Bagaimana peristiwanya, dan siapa saja yang berpartisipasi. Haha maaf jika tulisan ini konyol. Terlalu konyol mungkin. Aku tidak peduli. aku hanya ingin menghilangkan stress dengan membiarkan jari jemariku menari-nari di atas keyboard laptop kesayangan. Mengetikkan kata kata tak berarti yang hanya bisa kumengerti apa tujuannya. melatih diri. Memberi tempat kosong bagi pikiranku.
      Tunggulah tulisanku yang lain yang lebih bagus dan lebih berarti yang pasti lebih seru dan berisi tentang Memori di SMA. Dijamin seru dan tidak ada dua. BYE^o^

-Annisa Muzdalifa
 saat ini masih anggota BenTen dan sahabat dari Kartika Haryani serta Annisa Widia Kireina (KI-SA-KI)