Pengalaman yang tak terlupakan
Pagi –pagi aku udah bangun, bukannya untuk kesekolah seperti biasa,, namun aku akan mengikuti sebuah lomba di SMAN 2 Tasikmalaya. Brainy Teenager X, itulah sebutan untuk lomba tersebut. Sekolah ku mengirimkan 3 perwakilan, nesatta* A,B,dan C. Aku kebagian grup nesatta C bersama 2 orang lainnya dari kelasku. Kebetulan lomba ini semacam lomba cepat tepat MIPA se-Priangan timur.
Sebelumnya, hari kemarin, aku bersama kedua teman ku yaitu Ilyasa dan Kevin, mengikuti seleksi tahap 1 dan 2. Alhamdulillah kami masuk walaupun aku ogah-ogahan ngejalanin lomba ini. Kenapa? Soalnya kalau lolos sabtunya harus main tahap penyisihan dan.. sebelnya hari sabtu juga sekolah mengundang salah satu pakar UN dari Bandung. Hal tersebut yang bikin aku males ikut lomba dan gak belajar sungguh-sungguh. Namun, allah berkehendak lain, aku bersama Ilyas dan Kevin berhasil melewati seleksi tahap 1 dan 2. Apa boleh buat, akupun harus menjalani lomba dan mengesampingkan kedatangan pakar tersebut.
Dan tadi, kami ingin sekali cepat-cepat main dan masuk semifinal. Sayang dong, udah masuk penyisihan sampai bela-belain gak ikut meeting sama pakar UN. Untungnya kami kebagian Pull 2. Yahh.. lumayan gak terlalu lama dan pulangnya bisa agak cepet sedikit. Benar saja, Pull 1 sudah selesai, kebetulan di Pull satu grup nesatta A dan B lolos ke semifinal. Itu artinya keharusan grup kami menang semakin besar.
Kami pun berjuang habis-habisan, pikiran kami udah gak jernih dan grogi sekali waktu itu. Demi apa! Itu tangan udah gak sanggup buat ngotret ini itu. Tapi, Alhamdulillah, allah memberi kami kemudahan untuk menang meskipun kami cuma jadi kedua terbaik, tapi yang penting masuk semifinal. Lawan kami waktu itu yaitu dari SMPN 5 tasikmalaya sebagai pemenang pertama.
Kami menghela nafas panjang.. Huff masih jam 12 kurang. Kami diberi selamat oleh Pembina dan teman dari grup nesatta yang lain. Waktu itu hilang sudah ketegangan kami, kami pun buru buru keluar aula tempat lomba dan menuju sekolah. Saking pengennya dapet kesempatan dibina oleh sang Pakar, kami pun meninggalkan grup nesatta yang lain dan berlari kedepan.
Sampai di sekolah, banyak anak nesatta yang udah pulang, harapan kami cuma satu, semoga kelas kami (yang khusus didatengin pakar) belom pulang. Sesampainya di kelas yang kami maksud, keadaan masih kacau, Pa Adang (pengurus kelas akselerasi) sibuk kesana kemari. Kami kira itu artinya pakarnya udah mau selesai membina. Namun.. ketika kami memasuki kelas, dan mendapatkan tempat duduk……. Ternyata sang Pakar UN tersebut belum SAMA SEKALI memulai acara. Itu artinya saat kami masuk dan duduk di kursi yang disediakan, pakarnya baru aja mau mulai. TEPAT WAKTU SEKALI.
Aku bertanya pada tempat sekelasku Nita, ternyata infocus yang akan digunakan sempat dibetulkan selama +- 2 jam dan baru akan dimulai sekarang. Alhamdulillah!!! Terimakasih aku ucapkan yang sebesar-besarnya kepada tuhan yang maha esa. Terimakasih ya Allah, engkau telah memberiku kesempatan kali ini. Senangnya hari ini. Masuk semifinal iya, Pakar pun tak terlewatkan. Intinya, kita harus menerima dengan ikhlas apa yang Allah berikan pada kita, sebab, itulah jalan terbaik yang Allah berikan pada kita. Coba kalau aku gak masuk semifinal dan harus menunggu selama 5 jam dari jam 7 pagi buat pakar tersebut. Lapar dan bosan pasti menyerang. Tapi, dengan mengikuti lomba BTX (brainy teenager x), kami bisa merasakan ketegangan berlomba, mendapatkan konsumsi gratis, serta bercanda ria dengan kakak kelas lain.
Nah.. intinya, kerjakanlah suatu perkerjaan dengan ikhlas dan niat karena Allah. Insyaallah, itu akan menjadi jalan terbaik yang Allah berikan kepada kita. Aku pun akan berusaha untuk selalu begitu, walaupun sampai saat ini tetap males belajar buat besok. Heheh.. tapi tetap berusaha dan berdoa kok.
~malam.. ^o^
0 komentar:
Posting Komentar